Tampilkan postingan dengan label Askep Komunitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Askep Komunitas. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 November 2011

Diagnosa NANDA Gratis

DIAGNOSA, TUJUAN DAN INTERVENSI KEPERAWATAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN SALURAN PERNAPASAN


1.     Ketidakefektifan bersihan jalan napas
a.    Definisi:
ketidakmampuan utk membersihkan sekresi atau obstruksi saluran pernapasan guna empertahankan jalan napas yg bersih
b.    Batasan karakteristik

1)       Bunyi napas tambahan (contoh: ronki basah halus,ronki basah kasar)
2)       Perubahan irama dan frekuensi pernpasan
3)       Tidak mampu/tidak efektifnya batuk
4)       Sianosis
5)       Sulit bersuara
6)       Penurunan bunyi napas
7)       Gelisah
8)       Adanya sputum

c.     Faktor yang berubungan
1)       Obstruksi jalan napas: spasme jalan napas, pengumpulan sekresi, mukus berlebih, adanya jalan napas buatan, terdapat benda asing, sekresi pada bronki dan eksudat pada alveoli.
2)       Fisiologi: disfungsi neuromuskuler, hiperplasia dinding bronkial, PPOK, infeksi, asma, alergi jalan napas dan trauma.


Download Diagnosa NANDA Gratis

Kamis, 13 Oktober 2011

DOWNLOAD ASKEP KELUARGA DAN KOMUNITAS

Minggu, 06 Desember 2009

SYOCK (GANGGUAN SIRKULASI)

Definisi :
-        Suatu keadaan / syndrome gangguan perfusi jaringan yang menyeluruh sehingga tidak terpenuhinya kebutuhan metabolisme jaringan.
(Rupii, 2005)
-        Keadaan kritis akibat kegagalan sistem sirkulasi dalam mencukupi nutrien dan oksigen baik dari segi pasokan & pemakaian untuk metabolisme selular jaringan tubuh sehingga terjadi defisiensi akut oksigen akut di tingkat sekuler.
(Tash Ervien S, 2005)
  1. Klasifikasi Syock :
    1. Syock kupoveolenik
    2. Syock distributif (berubahnya tonusvaskuler akibat neurohormonal)
    3. Syock kardiogenik (kegagalan pompa jantung)
    4. Syock septik
    5. Syock obsmertif (obstuksi persision dan jalan keluar jantung)
Download selengkapnya disini

Jumat, 06 November 2009

ASKEP KELUARGA DENGAN TB PARU

Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi menahun menular yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis). Kuman tersebut biasanya masuk ke dalam tubuh manusia melalui udara (pernapasan) ke dalam paru-paru, kemudian menyebar dari paru-paru ke organ tubuh yang lain melalui peredaran darah, yaitu : kelenjar limfe, saluran pernafasan atau penyebaran langsung ke organ tubuh lain (Depkes RI, 2002).
Tuberkulos adalah penyakit infeksius, yang terutama menyerang parenkim paru. Tuberculosis dapat juga ditularkan ke bagian tubuh lainnya termasuk meningen, ginjal, tulang dan nodus limfe (Smeltzer 2001).
Download selengkapnya disini

ANEKA LEAFLET

Selasa, 06 Oktober 2009

SATUAN ACARA PENYULUHAN PADA OBESITAS

I. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang obesitas diharapkan keluarga yang mengalami obesitas ( peserta ) mampu memahami obesitas
II. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang obesitas diharapkan peserta mampu :
a. Menyebutkan kembali pengertian obesitas/kegemukan
b. Menyebutkan penyebab obesitas
c. Menyebutkan resiko obesitas
d. Menyebutkan kiat-kiat yang dapat dilakukan untuk mengatasi obesitas
Download selengkapnya disini

SAP Kesehatan Lingkungan

I Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti pendidikan kesehatan bapak peserta arisan mengetahui dan menggunakan persediaan air untuk rumah tangga yang sesuai dengan syarat kesehatan
II Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti pendidikan kesehatan, bapak – bapak peserta arisan mampu :
1 Menyebutkan syarat – syarat air rumah tangga
2 Menyebutkan sumber – sumber air untuk keperluan rumah tangga.
3 Menjelaskan lokasi ( tempat ) yang tepat untuk membangun sumur
4 Menjelaskan syarat konstruksi (bangunan) sumur gali
5 Menjelaskan syarat konstruksi ( bangunan ) sumur gali yang dilengkapi pompa
6 Menjelaskan syarat konstruksi ( bangunan )sumur pompa
7 Menjelaskan cara pemberian kaporit pada sumur baru.
………dst
Download selengkapnya disini

PRE PLANNING PENYULUHAN KESEHATAN PEMBUATAN SUMUR GALI DAN POMPA UNTUK PENYEDIAAN AIR BERSIH

TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan kesehatan tentang pembuatan sumur gali dan pompa untuk penyediaan air bersih warga mampu mengetahui sistematika pembuatan sumur gali dan pompa yang memenuhi syarat kesehatan
2. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan, warga mampu :
a. Menyebutkan syarat air bersih
b. Menyebutkan sumber air bersih
c. Menjelaskan lokasi ( tempat ) yang tepat untuk membangun sumur
d. Menjelaskan syarat konstruksi (bangunan) sumur gali
e. Menjelaskan syarat konstruksi ( bangunan ) sumur gali yang dilengkapi pompa
f. Menjelaskan syarat konstruksi ( bangunan )sumur pompa
Download selengkapnya disini

Pen-Kes : Perawatan payudara pospartum

I. Tujuan Umum
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang cara merawat payudara, diharapkan ibu – ibu pospartum mampu melakukan perawatan payudara sendiri.
II. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti pendidikan kesehatan selama 1 x 30 menit, ibu pospartum diharapkan mampu :
1. Menyebutkan 3 dari 5 manfaat perawatan payudara
2. Menyebutkan 2 dari 4 keuntungan menyusui
3. Menjelaskan kembali alasan mengapa ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi
4. Mendemonstrasikan kembali cara melakukan perawatan dengan benar
Download selengkapnya disini

ASKEP KELUARGA DENGAN STROKE

A. KONSEP DASAR KELUARGA
1. Pengertian Keluarga
Friedman (1998) mendefinisikan keluarga sebagai kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama dengan keterikatan aturan dan emosional dan individu mempunyai peran masing-masing yang merupakan bagian dari keluarga. Pengertian keluarga yang lain sebagaimana dinyatakan oleh Suprajitno (2004) yaitu suatu ikatan/ persekutuan hidup atas dasar perkawinan antar orang dewasa yang berlainan jenis yang hidup bersama atau seorang laki-laki atau perempuan yang sudah sendirian dengan atau tanpa anak, baik anaknya sendiri atau adopsi yang tinggal dalam sebuah rumah tangga. Sementara itu Effendi (1998:30) mendefinisikan keluarga sebagai perkumpulan dua atau lebih dari dua individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidup dalam suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam peranannya masing- masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.
Download selengkapnya disini

Kamis, 06 Agustus 2009

PERAWATAN KELUARGA HIPERTENSI

A. Konsep Penyakit
1.Pengertian Hipertensi
Definisi atau pengertian hipertensi banyak dikemukakan oleh para ahli. WHO mengemukakan bahwa hipertensi terjadi bila tekanan darah diatas 160/95 mmhg, sementara itu Smelttzer & Bare (2002:896) mengemukakan bahwa hipertensi merupakan tekanan darah persisten atau terus menerus sehingga melebihi batas normal dimana tekanan sistolik diatas 140 mmhg dan tekanan diastole diatas 90 mmhg. Pendapat yang sama juga diutarakan oleh doenges (2000:42). Pendapat senada juga disampaikan oleh TIM POKJA RS Harapan Kita, Jakarta (1993:199) dan Prof. Dr. dr. Budhi Setianto (Depkes, 2007), yang menyatakan bahwa hipertensi adalah kenaikan tekanan darah sistolik lebih dari 150 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg.
Terdapat perbedaan tentang batasan tentang hipertensi seperti diajukan oleh kaplan (1990:205) yaitu pria, usia kurang dari 45 tahun, dikatakan hipertensi bila tekanan darah waktu berbaring diatas atau sama dengan 130/90mmhg, sedangkan pada usia lebih dari 45 tahun dikatakan hipertensi bila tekanan darah diatas 145/95 mmhg. Sedangkan pada wanita tekanan darah diatas sama dengan 160/95 mmhg. Hal yang berbeda diungkapkan TIM POKJA RS Harapan Kita (1993:198) pada usia dibawah 40 tahun dikatakan sistolik lebih dari 140 mmhg dan untuk usia antara 60-70 tahun tekanan darah sistolik 150-155 mmHg masih dianggap normal. Hipertensi pada usia lanjut didefinisikan sebagai tekanan sistolik lebih besar dari 140 mmHg dan atau tekanan diastolik lebih besar dari 90 mmHg ditemukan dua kali atau lebih pada dua atau lebih pemeriksaan yang berbeda. (JNC VI, 1997).
Untuk usia kurang dari 18 tahun dikatakan hipertensi bila dua kali kunjungan yang berbeda waktu didapatkan tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih, atau apabila tekanan darah sistolik pada beberapa pengukuran didapatkan nilai yang menetap diatas 140mmHg (R. P. Sidabutar dan Waguno P, 1990).
Berdasarkan pengertian – pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa hipertensi merupakan kenaikan tekanan darah dimana tekanan sistolik lebih dari 140 mmhg dan atau diastolik lebih dari 90 mmhg.
Download selengkapnya disini

TINJAUAN TEORI TENTANG ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS PADA AREA LINGKUNGAN KERJA

Pengertian
Pemberian pelayanan kesehatan di bawah pengawasan medis pada orang sakit atau kecelakaan kerja atau orang yang menjadi sakit atau tiba-tiba mengalami kecelakaan kerja ( Departemen Tenaga Kerja AS )
Praktik keperawatan spesialis yang memberi pelayanan kesehatan kepada pekerja atau populasi pekerja yang berfokus pada promosi, proteksi dan perbaikan kesehatan pekerja dalam konteks kesehatan lingkungan kerja ( Asosiasi Perawatan Kesehatan Kerja Amerika )
Spesialisasi ilmu kesehatan beserta praktiknya yang bertujuan agar pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya baik fisik, mental ataupun sosial dengan usaha preventif dan kuratif terhadap penyakit, gangguan kesehatan yang diakibatkan faktor pekerjaan dan lingk kerja serta faktor-faktor umum.( Nasrul Effendi )
Download selengkapnya disini 

Jumat, 15 Februari 2008

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...