Kamis, 20 Maret 2014

Perbanyak konsumsi vitamin saat cuaca ekstrem





Padang, Sumatera Barat (ANTARA News) - Dinas Kesehatan Sumatera Barat mengimbau masyarakat memperbanyak konsumsi makanan bervitamin dan protein untuk mencegah penyakit yang disebabkan cuaca tidak menentu (ekstrem).

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Rosnini Savitri, di Padang, Senin, mengungkapkan, perubahan cuaca ekstrem dari masa penghujan ke cuaca yang panas atau sebaliknya, bisa menyebabkan perkembangbiakan bakteri penyebab penyakit karena perubahan lingkungan.

"Untuk mengantisipasi berjangkitnya penyakit akibat perubahan lingkungan, pastikan asupan gizi keluarga seimbang melalui mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin, mineral yang bisa diperoleh dari sayur dan buah, terutama untuk bayi dan balita yang daya tahan tubuhnya belum maksimal," jelasnya.

Ia menjelaskan, saat perubahan cuaca, terjadi perubahan suhu dan kelembaban secara tiba-tiba yang mempengaruhi kualitas air dan lingkungan. Hal itu memicu perkembangbiakan bakteri yang menyebabkan penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Gejala awal penyakit saluran pernapasan bisa berupa batuk yang kadang disertai sesak napas. Bisa juga disertai pilek, bersin-bersin dan peningkatan suhu tubuh.

Selain itu, perubahan cuaca juga mempengaruhi berubahnya kualitas air terutama dari cuaca panas ke masa penghujan yang merupakan siklus perkembangbiakan nyamuk penyebab demam berdarah. Warga juga diharapkan untuk menjaga kebersihan lingkungan atau higienitas makanan.

"Pastikan kebersihan sumber air seperi dari air minum, sampai dengan air yang dipakai untuk mandi, dan lainnya," katanya. (*)




Editor: Ade Marboen


COPYRIGHT © 2012

Selasa, 20 Maret 2012

"Tomcat" tidak berbahaya bagi manusia

Bogor (ANTARA News) - Pakar entomologi (ilmu tentang serangga) dari Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Aunu Rauf, mengatakan serangga tomcat tidak berbahaya bagi manusia.

"Serangga tomcat ini lebih banyak manfaatnya dari pada mudarotnya. Karena dia merupakan sahabat manusia dalam mengendalikan hama wereng coklat," kata Rauf saat ditemui di kediamannya di Bogor Baru Kota Bogor, Selasa.

Dia mengatakan, serangga tersebut tidak akan menyerang manusia selama dirinya tidak diganggu. Karena serangga tersebut akan mengeluarkan racunnya bila ia merasa terancam.

Lebih lanjut Aunu menjelaskan, tomcat merupakan golongan kumbang dengan nama ilmiah Paederus riparius. Dia memiliki musuh sekaligus mangsa alami dari kalangan serangga juga, yaitu hama wereng, yang sering merusak pertumbuhan padi (Orizae sativa).

Jika tomcat merasa terganggu, dia "menyerang" organisme pengganggunya itu dengan cara menusukkan sejenis nozzle tajam ke kulit penyerang dan mengeluarkan eksudat, venerin, yang dapat melumpuhkan. Kehadiran eksudat itu di dalam tubuh manusialah yang kemudian menimbulkan efek "luka bakar" yang menyengat. 

Tomcat
 ini sangat tertarik pada cahaya di malam hari. Diperkirakan, cahaya lampu apartemen tersebutlah yang menarik kedatangan tomcat ke pemukiman warga.

Serangga yang berukuran sekitar satu centimeter ini, memiliki sayap dan warna tubuh oranye kecoklatan.
"Warna oranye kecoklatan ini adalah warna peringatan bahwa serangga ini memiliki alat beladiri yang efeknya serupa racun," katanya.

Menurut dia sudah menjadi hal rutin setiap setahun sekali tomcat ini mendatangi pemukiman karena pola hidupnya yang pada malam aktif bergerak mencari mangsa ataupun mencari pasangan.

"Karena saat ini berkaitan dengan berakhirnya musim hujan ditambah pula musim panen jadi populasinya menjadi meningkat," kata Rauf.

Untuk menghindari serangan Tomcat, lanjut Aunu, masyarakat harus menghindari kontak fisik dengan serangga tersebut.

"Kalau terkena racunnya segeralah mencucinya dengan sabun dan kalau perlu ke dokter untuk meminta resep obat yang pas untuk menangkal racunnya," katanya.

Dia menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan serangan tomcat tersebut. Karena selama ini hama asli Indonesia tersebut juga ada di sejumlah negara, seperti Malaysia. Tetapi tidak pernah menyerang manusia. 

Untuk menghindari tomcat masuk rumah dengan menutup jedela dan mengurangi pencahayaan di rumah agartomcat tidak tertarik masuk rumah.

(KR-LR)

Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © 2012

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III PADA Ny. R DENGAN HIPERTENSI DI BPS AMANAH PEKALONGAN TAHUN 2010



Tanggal : 5-07-2010
Waktu   : 16.00 WIB
Tempat  : BPS Amanah Pekalongan

SUBJEKTIF
1)       Identitas/ Biodata


-         Nama                       : Ny. Z                                    
-         Umur                       : 24 th     
-         Agama     : Islam
-         Suku                        : Jawa                                                      
-         Pendidikan                : SMP
-         Pekerjaan                 : Tidak bekerja                        
-         Penghasilan              : Tidak berpenghasilan            
-         Alamat     : Jl.Adimaya 
 
-         Nama                       : Ny. A                                    
-         Umur                       : 27 th     
-         Agama     : Islam
-         Suku                        : Jawa                                                      
-         Pendidikan                : SMA
-         Pekerjaan                 : Karyawan swasta                                  
-         Penghasilan              : ± Rp 1.000.000,-  
Alamat     : Jl.Adimaya   



2)       Alasan datang
Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilanya.
3)       Keluhan utama
Ibu mengatakan
4)       Riwayat obstetri dan ginekologi
A.       Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu.
ke
UK
Jenis Persalinan
Penolong persalinan
Nifas
Keadaan anak
Hidup
Mnggl
S
T
OP
ktrksi
lktsi
prdrhn
Umr
JK
umr
JK
sbb
Hamil ini

B.       Riwayat kehamilan sekarang
-          G1P0A0
-          Kehamilan pertama (primi gravida)
-          ANC TM I   2X di Bidan
-          ANC TM II  1X di Bidan
-          Imunisasi TT1 : 08-03-2010
                 TT2                : 09-04-2010
ü  Keluhan TM I                   : kurang nafsu makan
               Terapi                :Vit. B12
               Nasehat             : makan sedikit tapi sering
ü  Keluhan TM II                 : pusing dan mual
C.       Riwayat haid
Menarche                 : 15 tahun                                Flour albus 
Siklus                      : teratur                    Warna      : putih jernih
Lama/jumlah            : 7 hari                     Bau          :  khas
Dismenorhea  : kadang-kadang                Lama       : 3 hari sebelum haid
HPHT      : 08-11-2009                           Gatal   : tidak gatal
HPL                         : 15-08-2010                           UK          : 39 minggu


D.       Riwayat penggunaan kontrasepsi
·          Ibu belum pernah menggunakan alat kontrasepsi (KB).
·          Rencana setelah melahirkan:
Ibu mengatakan setelah melahirkan ibu akan menggunakan alat kontrasepsi.
·          Alasan menggunakan alat kontrasepsi :
Ibu mengatakan ingin fokus merawat anak pertamanya.
5)       Riwayat kesehatan
a)        Penyakit yang pernah diderita
Ibu mengatakan 3 tahun yang lalu pernah menderita penyakit demam berdarah.
b)       Penyakit infeksi
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit infeksi seperti: PMS, TBC.
c)        Penyakit  keturunan
Ibu mengatakan di dalam keluarga ibu ada yang menderita penyakit keturunan yaitu: hipertensi.
d)       Kecelakaan
Ibu mengatakan selama ini ibu tidak pernah mengalami kecelakaan yang mengganggu proses kehamilanya.
e)        Penyakit kronis
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit kronis.
6)       Kebiasaan yang dapat mempengaruhi kehamilan
Kebiasaan buruk:
Di rumah ibu memelihara kucing, ibu suka mengkonsumsi jamu (minum jamu), ibu jarang berolahraga (senam hamil).
7)       Pola kehidupan sehari-hari
Sebelum hamil
Selama hamil
a)        Pola nutrisi
ü  Makan       : 3 kali sehari
ü  Makan : 2 kali sehari
ü  Porsi          : sedang
ü  Porsi    : sedikit
ü  Jenis          : nasi, lauk, sayur
ü  Jenis     : nasi, lauk, sayur
ü  Gangguan  : tidak ada
ü  Gangguan : mual
ü  Minum       : 6 kali sehari
ü  Minum : 4 kali sehari
ü  Jenis           : air putih
ü  Jenis : air putih, susu
ü  Gangguan   : tidak ada
ü  Gangguan : mual


b)       Pola eliminasi
ü  BAB : 1 kali sehari
ü  BAB : 1 kali sehari
ü  Warna : kuning kecoklatan
ü  Warna : kuning kecoklatan
ü  Konsistensi : lunak
ü  Konsistensi : agak keras
ü  Gangguan : tidak ada
ü  Gangguan : sembelit(konstipasi)
ü  BAK : 4 kali sehari
ü  BAK : 8 kali sehari
ü  Warna : kuning jernih
ü  Warna : kuning pekat
ü  Gangguan : tidak ada
ü  Gangguan : tidak ada


c)        Pola istirahat
ü  Tidur siang : 2 jam
ü  Tidur siang : 3 jam
ü  Tidur malam : 8 jam
ü  Tidur malam : 6 jam
ü  Gangguan : tidak ada
ü  Gangguan : sering BAK dimalam hari


d)       Pola aktivitas
ü  Pekerjaan rumah : diselesaikan sendiri
ü  Pekerjaan rumah : dibantu keluarga.
ü  Olahraga : jarang.
ü  Olahraga : jarang.


e)        Pola seksual
ü  Frekuensi : 3 kali seminggu
ü  Frekuensi : 2 kali seminggu
ü  Gangguan : tidak ada
ü  Gangguan : tidak ada


f)        Pola personal hygiene
ü  Mandi : 2 kali sehari
ü  Mandi : 2 kali sehari
ü  Gosok gigi : 2 kali sehari
ü  Gosok gigi : 2 kali sehari
ü  Keramas : 2 kali sehari
ü  Keramas : 3 kali sehari
ü  Ganti baju : 2 kali sehari
ü  Ganti baju : 2 kali sehari

8)       Data psikologis
Ibu dan suami mengharapkan kehamilan ini & keluarga ikut bahagia dengan kehamilan ibu.
9)       Data sosial budaya
Ibu tidak menjalankan adat istiadat untuk membawa benda tajam selama hamil (untuk menjauhkan ibu dari roh halus/ jahat), seperti : gunting, silet, pisau, jarum, dsb.
Ibu masih suka meminum jamu karena ibu beranggapan jamu dapat menyegarkan dan menyehatkan tubuh maupun janin.
10)    Data sosial ekonomi
ü  Penanggung jawab dalam pengambilan keputusan : suami
ü  Penanggung jawab dalam perekonomian keluarga : suami
ü  Penghasilan suami                                                            : ± Rp 1.000.000
11)    Data perkawinan
ü  Status perkawinan    : sah
ü  Perkawinan ke         : 1 (satu)
ü  Lama perkawinan    : 3 tahun
12)    Data spiritual
ü  Ibu mengatakan menjalankan ibadah sholat 5 waktu.
ü  Ibu membiasakan membaca Al- qur’an setelah sholat magrib.
13)    Data pengetahuan ibu
ü  Ibu mengatakan suka mengkonsumsi jamu karena ibu beranggapan jamu dapat menyehatkan ibu maupun janinya.
ü  Ibu tidak menjalankan adat untuk membawa benda-benda tajam selama hamil karena ibu mengetahui efek dari benda-benda tajam tersebut pada kehamilanya.



b)       Data objektif
1.        Pemeriksaan fisik
a)        Kesadaran                        : composmentis
b)       Kesadaran umum  : baik
c)        TTV :
TD : 150/100                           N : 80x/mnt
S    : 36,7°C                             RR : 20x/mnt
d)       TB                                   : 160 cm
e)        BB sebelum hamil : 50 kg
BB selama hamil               : 75 kg
f)        Lila                   : 28 cm
g)        Status present :
1)       Kepala 
Rambut : bersih dan tidak rontok
Wajah    : pucat dan oedem
2)       Mata
Konjungtiva             : tidak anemis dan tidak ikterik.
Sclera                        : tidak anemis.
3)       Hidung     : tidak ada polip.
4)       Mulut
Bibir                        : pucat.
Gigi                          : tidak ada caries.
Gusi                         : tidak ada pembengkakan.
Lidah                      : bersih.
5)       Telinga
Lubang telinga : tidak ada serumen dan lesi.
Bentuk telinga : simetris.
6)       Leher : tidak ada pembengkakan kelenjar tiroid, vena jugularis dan             kelenjar lemfe tidak ada nyeri tekan, reflek menelan tidak sakit.
7)       Dada : pernafasan teratur.
8)       Mamae : simetris, tidak ada benjolan.
9)       Aksila      : tidak ada benjolan (pembengkakan kelenjar getah bening)
10)    Abdomen : tidak ada bekas luka operasi, terdengar DJJ.

11)    Ekstremitas
 Atas : tangan bersih,jari normal, reflek pergerakan normal, terdapat             oedem.
Bawah : kaki bersih, terdapat oedem dan varices.
12)    Genetalia : bersih.
13)    Anus : tidak ada haemorroid.
2.        Pemeriksaan obstetri
a)        Wajah : terdapat oedem.
b)       Mamae : tidak ada benjolan.
c)        Abdomen : tidak ada luka bekas operasi
d)       Genetalia : bersih (dengan inspeksi).
3.        Palpasi
ü  Leopold I : bagian fundus/ atas teraba bulat, lunak, tidak melenting yaitu                        bokong.
ü  Leopold II :  Bagian kiri perut ibu teraba bagian-bagian kecil janin yaitu                          tangan dan kaki janin.
               Bagian kanan perut ibu teraba ada tahanan memanjang yaitu                    punggung janin.
ü  Leopold III : bagian bawah teraba keras, bulat, melenting yaitu kepala.
ü  Leopold IV : Divergen.
TFU : 30 cm
TBJ : (30 – 11) x 155 : 2945 gram
4.        Auskultasi
DJJ : 140x/mnt, teratur.
5.        Perkusi 
Reflek patella (+)
6.        Pemeriksaan panggul luar
Distansia spinarum : tidak dilakukan karena keterbatasan alat.
Distansia kristarum : tidak dilakukan karena keterbatasan alat.
Konjugata eksterna : tidak dilakukan karena keterbatasan alat.
Lingkar panggul      : tidak dilakukan karena keterbatasan alat.



7.        Pemeriksaan panggul dalam
Konjugata vera : tidak dilakukan karena keterbatasan indikasi.
Promontorium   : tidak dilakukan karena keterbatasan indikasi.
Tanda goodel     : tidak dilakukan karena keterbatasan indikasi.
8.        Pemeriksaan penunjang
Urine : protein urine (+ 2)
II.                        INTEPRETASI DATA
Diagnosa nomenklatur
Ny. R umur 25 tahun, G1P0A0, 24 minggu janin hidup tunggal intra uterin, letak memanjang, presentasi kepala, puka, belum  masuk panggul dengan hipertensi.
Data dasar :
DS : ibu mengatakan bernama Ny. R, berumur 25 tahun, ibu hamil pertama          kali dan belum pernah keguguran, ibu merasakan gerakan janin, ibu          mengeluh sering pusing, penglihatan yang kabur (berkunang-kunang),          sukar tidur, sering gelisah, tengkuk terasa pegal, sesak nafas, kencing          berwarna kuning pekat dan berbau tajam. HPHT : 08-11-2009.
DO: pemeriksaan fisik
                TTV : TD : 150/100 mmHg
                                S : 36,7°C
                                N : 80 x/menit.
                                RR : 20 x/menit.
Leopold I : bagian fundus/ atas teraba bulat, lunak, tidak melenting                           yaitu bokong.
Leopold II :  Bagian kiri perut ibu teraba bagian-bagian kecil janin                        yaitu tangan dan kaki janin.
Bagian kanan perut ibu teraba ada tahanan memanjang             yaitu punggung janin.
Leopold III : bagian bawah teraba keras, bulat, melenting yaitu kepala.
Leopold IV : Divergen.
TFU : 30 cm
TBJ : (30 – 11) x 155 : 2945 gram
               
III.                        DIAGNOSA POTENSIAL
Tidak ada
IV.                        TINDAKAN SEGERA/ANTISIPASI
Tidak ada.
V.                        PERENCANAAN
Tanggal : 11-08-2010
Waktu         : 16.30 WIB
1)       Beritahu ibu hasil pemeriksaan
2)       Anjurkan ibu untuk berolahraga
3)       Anjurkan ibu untuk diet rendah garam
4)       Anjurkan ibu untuk periksa ulang
VI.                        IMPLEMENTASI
Tanggal : 11-08-2010
Waktu : 16.45 WIB
1)       Memberitahu ibu hasil pemeriksaan
TTV : TD : 150/100                 N : 80x/mnt
S    : 36,7°C                             RR : 20x/mnt
TB                           : 160 cm
BB                           : 75 kg
                                Pemeriksaan obstetri
                                Inspeksi  : wajah      : terdapat oedem
                                         Mamae            : tidak ada benjolan, bentuk simetris.
     Abdomen            : tidak ada luka bekas operasi
     Genetalia             : bersih, tidak ada kelainan.
            Palpasi    : Leopold I : bagian fundus/ atas teraba bulat, lunak, tidak melenting                                                                              yaitu bokong.
      Leopold II :  Bagian kiri perut ibu teraba bagian-bagian kecil janin                                          yaitu tangan dan kaki janin.
   Bagian kanan perut ibu teraba ada tahanan                          memanjang yaitu punggung janin.
Leopold III : bagian bawah teraba keras, bulat, melenting yaitu                       kepala.
Leopold IV : Divergen.
TFU : 30 cm
TBJ : (30 – 11) x 155 : 2945 gram
                Auskultasi : DJJ : 140 x/menit, teratur.
                Perkusi      : reflek ekstremitas
2)       Menganjurkan ibu untuk berolahraga
Seperti : senam hamil (memperagakan gerakan-gerakan senam hamil)
   Jalan sehat di pagi hari.
3)       Menganjurkan ibu untuk diet rendah garam
Seperti :
a)        Pada masakan
Mengurangi garam saat memasak.
Misalnya : dari 1 sendok teh menjadi ½ sendok teh.
b)       Pada makanan yang mengandung banyak garam
Seperti : keju, ikan asin, sarden, makanan/minuman bersoda, abon,               korned dll.
c)        Pada sayuran yang dimasak atau diawetkan dengan garam dapur
Seperti : sayur dalam kaleng, sawi asin, asinan, acar.
d)       Pada buah yang dimasak atau diawetkan dengan garam dapur
Seperti : buah dalam kaleng, asinan buah, manisan buah.
e)        Pada minyak goreng
Mengganti margarin dan mentega biasa dengan margarin dan mentega tanpa garam.
f)        Menghindari pemakaian baking powder, soda kue, vetsin, kecap, terasi, maggi, tauco, petis.
4)       Menganjurkan ibu untuk periksa ulang apabila ada keluhan.
VII.                        EVALUASI
Tanggal : 11-08-2010
Waktu : 17.00 WIB
1)       Ibu mengetahui hasil pemeriksaan
2)       Ibu mengerti dengan gerakan senam hamil yang sudah diperagakan dan dijelaskan.
3)       Ibu bersedia untuk menjalankan diet rendah garam.
4)       Ibu bersedia untuk periksa ulang.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...