Jumat, 29 April 2011

KTI TBC BAB I


A.       Latar Belakang
Tuberculosis (TBC atau TB) adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikrobakterium tuberkulosa. Bakteri ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya. Bakteri ini lebih sering menginfeksi organ paru-paru dibandingkan bagian lain tubuh manusia (www.mwdicastore.com).
Insidensi TBC dilaporkan meningkat secara drastis pada decade terakhir ini di seluruh dunia. Demikian pula di Indonesia, Tuberkulosis / TBC merupakan masalah kesehatan, baik dari sisi angka kematian (mortalitas), angka kejadian penyakit (morbiditas), maupun diagnosis dan terapinya. Dengan penduduk lebih dari 200 juta orang, Indonesia menempati urutan ketigga setelah India dan China dalam hal jumlah penderita di antara 22 negara dengan masalah TBC terbesar di dunia (www.mwdicastore.com).
Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga Depkes RI tahun 1992, menunjukkan bahwa Tuberkulosis / TBC merupakan penyakit kedua penyebab kematian, sedangkan pada tahun 1986 merupakan penyebab kematian keempat. Pada tahun 1999 WHO Global Surveillance memperkirakan di Indonesia terdapat 583.000 penderita Tuberkulosis / TBC baru pertahun dengan 262.000 BTA positif atau insiden rate kira-kira 130 per 100.000 penduduk. Kematian akibat Tuberkulosis / TBC diperkirakan menimpa 140.000 penduduk tiap tahun (www.mwdicastore.com).
Jumlah penderita TBC paru dari tahun ke tahun di Indonesia terus meningkat. Saat ini setiap muncul satu penderita baru TBC paru, dan setiap dua menit muncul satu penderita baru TBC paru yang menular. Bahkan setiap empat menit sekali satu orang meninggal akibat TBC di Indonesia (www.mwdicastore.com).
Tahun 2001 tercatat 11% (4.429 kasus), tahun 2000 ada 15% (5.201 kasus), dan tahun 1999 tercatat 14% (4.929 kasus) perhitungan tersebut berdasarkan rumusan jumlah penduduk dengan standar World Health Organization (WHO). Untuk penderita kembuhan tercatat 319 kasus tahun 2000. (http://www.suaramerdeka.com/harian/0209/29/nas12.htm)
Dari jumlah penduduk Jawa Tengah 31.317.853 jiwa, diperkirakan 40.000 terkena penyakit Tuberculosis (TBC) dengan deteksi bakteri tahan asam (BTA) positif. Angka tersebut termasuk data Indonesia yang kini menduduki rangking ke-3 negara penderita TBC di bawah China dan India (http://www.suaramerdeka.com/harian/0209/29/nas12.htm)
Dari jumlah tersebut wilayah kabupaten Tegal yang berpenduduk + 1.500.000 jiwa baru terdeteksi 444 kasus (42%) dari seharusnya 1.051 kasus (http://www.suaramerdeka.com/harian/0209/29/nas12.htm)
Berdasarkan data yang penulis peroleh pada saat melakukan praktik keperawatan di ruang Nusa Indah RSUD Kardinah Tegal dari tanggal 25 Desember sampai 27 Desember 2009 ditemukan 6 pasien tuberculosis. Dengan adanya data tersebut menunjukkan adanya penyakit tuberculosis yang perlu ditindaklanjuti dengan segeraaa agar tidak terjadi resiko penularan yang lebih luas.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, penulis tertarik untuk mengmabil studi kasus dengan judul ”Asuhan Keperawatan Tuberkulosis Paru Pada Tn. S dengan  Tb Paru di ruang Nusa Indah RSUD Kardinah Tegal”.

B.        Tujuan Penulisan
1.        Tujuan Umum
Penulisan dapat memahami dan menerapkan Asuhan Keperawatan pada pasien TBC dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan.
2.        Tujuan Khusus
a.         Dapat mengkaji kasus TBC pada pasien
b.        Dapat menganalisa masalah-masalah yang muncul pada pasien dengan TBC.
c.         Dapat memprioritaskan masalah dan merumuskan diagnosa keperawatan pada pasien dengan TBC.
d.        Dapat menyusun rencana keperawatan pada pasien dengan TBC.
e.         Dapat melakukan tindakan keperawatan pada pasien dengan TBC.
f.         Dapat mengevaluasi asuhan keperawatan pada pasien dengan TBC.



C.       Manfaat
1.        Bagi Ilmu Pengetahuan
Diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran dalam penanganan kasus TBC.
2.        Bagi Penulis
Diharapkan dapat menambah pengalaman bagi penulis tentang penanganan kasus TBC pada pasien.
3.        Klien dan Keluarga
Dapat meningkatkan pengetahuan dan pengalaman dalam merawat diri sendiri maupun orang lain yang sehubungan dengan TBC.
4.        Bagi Institusi
Dapat digunakan sebagai informasi bagi institusi pendidikan dalam pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan di masa yang akan datang.
5.        Bagi Lahan Praktik
Dengan adanya penulisan karya tulis ilmiah ini dapat menambah bahan bacaan untuk meningkatkan mutu pelayanan yang lebih baik, khususnya pasien TBC.
6.        Bagi Masyarakat
a.         Untuk memberikan informasi yang lebih memadai tentang TBC.
b.        Agar masyarakat mampu mengetahui lebih dini dan dapat menanggulangi lebih awal tanda dan gejala dari TBC.

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...